Sabtu, 06 April 2013
Belajar Berwirausaha dengan Kertas Daur Ulang
SEMARANG, suaramerdeka.com - Puluhan penghuni rumah susun (rusun) Kelurahan Karangroto, Kecamatan Genuk Semarang, mengikuti pelatihan dan belajar membuat kertas daur ulang, di Balai Kelurahan Genuk, Minggu (10/3).
Mereka diajarkan membuat kertas yang biasa digunakan untuk kerajinan itu oleh sejumlah mahasiswa Fakultas Teknik Arsitektur Universitas Diponegoro.
Warga empat RT yang didominasi oleh ibu-ibu rumah tangga itu diajarkan proses dasar pembuatan hingga selesai menjadi kertas jadi. Proses itu mulai dari memblender kertas bekas pakai, pewarnaan, menuang ke screen sablon, dan pengeringan.
Pelatihan itu pun tak sampai disitu, mereka juga diajarkan tentang membuat kerajian dari kertas daur ulang hingga cara dan tempat pemasaran.
Koordinator kegiatan Anindita Satya Putri mengatakan, kegiatan yang dinamakan InkCredible Project itu bertujuan untuk mengajarkan tentang berwirausaha dan mempunyai usaha sampingan.
Lewat kegiatan yang merupakan inisatifnya dan beberapa temannya itu juga bermaksud untuk bisa sedikit mengurangi angka kemiskinan yang ada di rusun Karangroto ini.
“Tidak hanya pelatihan dan praktek, kita juga memberikan link-link untuk memasarkan kertas daur ulang yang telah mereka buat nantinya,” ujar Anindita yang juga relawan di AEISEC itu.
Menurut Anindita, dipilihnya kertas daur ulang ini sebagai permulaan bisnis, karena kertas tersebut mudah cara pembuatannya dan gampang cara pemasarannya.
Terlebih lagi kertas daur ulang yang biasa dijual Rp 3.500 itu banyak diminati orang saat akan membuat sebuah kerajinan tangan.
sumber : suaramerdeka.com
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar